Jakarta, 11 Juni 2026 – Sejumlah pemangku kepentingan (stakeholders) di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok menghadiri rapat koordinasi yang difasilitasi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya pada Kamis (11/06). Pertemuan tersebut membahas kondisi terkini arus logistik serta langkah-langkah percepatan yang diperlukan untuk menjaga kelancaran arus barang di Pelabuhan Tanjung Priok.
Rapat dibuka oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Dr. Victor Dean Mackbon, dan dihadiri oleh Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Adhang Noegroho Adhi, perwakilan KSOP Utama Tanjung Priok, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Jakarta International Container Terminal (JICT), New Priok Container Terminal One (NPCT1), Terminal Petikemas Koja (TPK Koja), serta pemangku kepentingan lainnya di lingkungan pelabuhan.
Dalam kesempatan tersebut, Adhang memaparkan perkembangan arus barang dan kondisi pelayanan kepabeanan di Pelabuhan Tanjung Priok. Ia menjelaskan bahwa terjadi peningkatan volume impor yang ditandai dengan bertambahnya jumlah kapal yang melakukan bongkar muat setiap harinya, sehingga berdampak pada meningkatnya kebutuhan layanan pemeriksaan dan penanganan barang di kawasan pelabuhan.
Selain memaparkan kondisi pelayanan kepabeanan, para peserta rapat juga membahas berbagai faktor yang memengaruhi kelancaran arus barang. Selain adanya peningkatan volume impor, kondisi kongesti juga terjadi di beberapa pelabuhan internasional, seperti Nansha Port di Guangzhou, Tiongkok, dan Jurong Port di Singapura. Kondisi tersebut turut memengaruhi arus logistik menuju Indonesia. Faktor lain yang turut dibahas meliputi kesiapan sarana dan prasarana, tingginya jumlah kontainer yang telah memperoleh Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB) namun belum keluar dari kawasan pelabuhan, kesiapan pengguna jasa dalam mendukung pemeriksaan malam hari, serta periode libur panjang pada Mei 2026.
Para peserta rapat juga bertukar pandangan mengenai kondisi operasional terkini di lingkungan pelabuhan, termasuk kapasitas penanganan peti kemas dan kesiapan ekosistem logistik dalam merespons dinamika perdagangan internasional. Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi sekaligus merumuskan langkah percepatan guna menjaga kelancaran arus barang dan efektivitas layanan logistik.
Untuk menjaga kelancaran layanan di tengah peningkatan arus barang, komunitas pelabuhan melakukan berbagai langkah percepatan dan terobosan operasional (extra effort), antara lain penambahan personel pemeriksa, pelaksanaan pemeriksaan dalam dua shift hingga malam hari, penambahan area tempat pemeriksaan fisik sementara di TPS JICT dan Koja, penguatan koordinasi antarinstansi, serta percepatan pergerakan kontainer guna mendukung kelancaran proses pemeriksaan dan pengeluaran barang.
Bea Cukai Tanjung Priok juga mengimbau pengguna jasa untuk mendukung percepatan pemeriksaan barang. Apabila kontainer telah siap diperiksa namun pengguna jasa tidak hadir, pemeriksaan tetap dapat dilakukan melalui mekanisme pemeriksaan jabatan yang disaksikan oleh pihak TPS sesuai ketentuan yang berlaku guna mendukung kelancaran pelayanan.
Rapat koordinasi ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antarinstansi dalam menjaga kelancaran arus barang. Melalui koordinasi yang berkelanjutan, seluruh peserta rapat sepakat untuk terus mendukung efektivitas layanan logistik nasional.