Monday, Nov 17, 2025

Menkeu Resmikan Alat Pemindai Peti Kemas: Pemeriksaan Lebih Cepat dan Aman

post-img

Jakarta (12/12/2025) - Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok menjadi saksi langkah maju Bea Cukai dalam memperkuat pengawasan dan efisiensi layanan. Hari ini, Menteri Keuangan meresmikan alat pemindai peti kemas Terminal 3 dan Mustika Alam Lestari serta meluncurkan aplikasi kepabeanan berbasis kecerdasan buatan. Acara ini dihadiri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Kepala BRIN Prof. Arif Satria, perwakilan BAPETEN, Badan Karantina Indonesia, dan jajaran Direksi Pelindo serta IPC Terminal Petikemas.

Alat pemindai baru ini memungkinkan pejabat Bea dan Cukai mengetahui citra isi kontainer sebelum pemeriksaan fisik, sehingga pengawasan lebih cepat, mengurangi potensi fraud, dan mencegah masuknya barang berbahaya. Dilengkapi teknologi radiation portal monitor, alat ini mampu mendeteksi barang yang terkontaminasi radioaktif, menjadikan proses pemeriksaan lebih aman dan akurat. Sebelumnya di pelabuhan Tanjung Priok telah digunakan 9 pemindai peti kemas untuk ekspor dan impor di beberapa area Tempat Penimbunan Sementara (TPS).

Bea Cukai juga meluncurkan aplikasi kepabeanan berbasis AI yang saat ini tengah dalam tahap piloting. Penggunaan AI dapat mengoptimalkan proses pemeriksaan dokumen, mampu mendeteksi risiko seperti under-invoicing dan indikasi pencucian uang.

Menteri Keuangan turut meninjau Ruang Pemeriksa Dokumen Bea Cukai Tanjung Priok untuk melihat langsung penerapan aplikasi berbasis AI dalam proses analisis dokumen. Sistem baru ini terintegrasi dengan sistem CEISA 4.0, sehingga proses analisis dokumen berlangsung lebih cepat dan terintegrasi.

Purbaya juga menegaskan, dengan pemindai peti kemas baru dan aplikasi kepabeanan berbasis AI, pengawasan kepabeanan oleh Bea Cukai akan naik kelas, menjadi lebih adaptif dan berbasis data. Selain itu, beragam inovasi ini membantu Bea Cukai untuk lebih siap menghadapi modus kejahatan perdagangan internasional.

“Pada saat yang sama, layanan kepada masyarakat dan dunia usaha harus makin cepat, sederhana, dan berintegritas. Itu komitmen dan mandat yang harus kita jalankan,” tutur Purbaya.

Dengan serangkaian inovasi tersebut, Bea Cukai Tanjung Priok tidak hanya memperkuat pengawasan, tetapi juga mempercepat layanan dan membangun ekosistem perdagangan yang lebih efisien. Transformasi digital ini menegaskan peran strategis pelabuhan Tanjung Priok sebagai gerbang utama perdagangan nasional dalam menghadapi tantangan perdagangan global.