Monday, Nov 17, 2025

Ekspor Baja Lapis Seng PT AM/NS Indonesia Tembus Pasar Amerika Serikat di Tengah Tantangan Tarif

post-img

Jakarta, 30 April 2025 ? Bea Cukai Tanjung Priok kembali menunjukkan perannya sebagai trade facilitator dengan memfasilitasi ekspor produk baja lapis seng (galvanize) milik PT Arcelor Mittal Nippon Steel Indonesia (PT AM/NS Indonesia). Kali ini, tujuan ekspor adalah pasar Amerika Serikat yang dikenal dengan regulasi perdagangan yang ketat. Pengiriman sebesar 10.000 ton ini mencatatkan nilai ekspor yang signifikan, yakni sekitar USD 10 juta.

Peluang di Tengah Tantangan Kebijakan Perdagangan AS

Ekspor ini tergolong istimewa karena dilakukan di tengah pemberlakuan tarif impor sebesar 25% oleh Pemerintah Amerika Serikat terhadap produk baja asing melalui kebijakan Section 232, yang berdalih melindungi keamanan nasional. Namun, kondisi ini justru membuka peluang strategis bagi eksportir dari negara-negara yang tidak dikenakan bea masuk anti-dumping tambahan.

"Ekspor ini menjadi salah satu pencapaian strategis bagi perusahaan dalam memperluas jangkauan pasar dan memperkuat posisi kami di pasar global," ujar President Director PT AM/NS Indonesia, Murali Krishna Chunduru.

Saat ini, beberapa negara pesaing seperti Tiongkok, Vietnam, dan India, justru dikenakan tarif yang lebih tinggi akibat kebijakan anti-dumping. Hal ini memberikan keunggulan kompetitif bagi PT AM/NS Indonesia untuk menembus pasar AS.

Peran Strategis Bea Cukai Tanjung Priok sebagai Trade Facilitator

PT AM/NS Indonesia sendiri merupakan salah satu perusahaan MITA Kepabeanan di bawah pengawasan Bea Cukai Tanjung Priok. MITA Kepabeanan atau Mitra Utama Kepabeanan adalah program yang memberikan pelayanan khusus di bidang kepabeanan kepada importir dan/atau eksportir yang memiliki reputasi baik. Manfaat menjadi MITA Kepabeanan antara lain:

  • Prioritas dalam pelayanan kepabeanan
  • Fasilitasi proses ekspor dan impor
  • Konsultasi kepabeanan secara intensif

Melalui program MITA, Bea Cukai Tanjung Priok berupaya membantu perusahaan dapat bersaing di kancah internasional, yang pada akhirnya mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

Komitmen Bea Cukai untuk Mendukung Industri Nasional

Sesuai dengan fungsinya sebagai trade facilitator dan industrial assistance, Bea Cukai memiliki peran krusial dalam memfasilitasi perdagangan dan mendukung industri dalam negeri agar dapat bersaing dan tumbuh secara optimal. Bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui:

  1. Percepatan pelayanan
  2. Perbaikan regulasi
  3. Proses bisnis yang efisien
  4. Sistem informasi pelayanan yang terintegrasi

Bea Cukai berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan pelayanan demi terwujudnya pelayanan yang prima dan mendukung daya saing industri nasional di pasar global.