Monday, Nov 17, 2025

Doulos Hope Hadir di Jakarta, Bea Cukai Tanjung Priok Dukung Akses Buku dan Pengetahuan dari Mancanegara

post-img

Jakarta, 06 Oktober 2026 -  Kehadiran Doulos Hope, kapal buku terapung internasional yang kini singgah di Jakarta Utara, menjadi salah satu kesempatan bagi masyarakat untuk mengakses berbagai literatur dari mancanegara. Dalam konteks kepabeanan, Bea Cukai Tanjung Priok turut memberikan pelayanan terhadap kegiatan importasi buku yang masuk melalui kawasan Pelabuhan Tanjung Priok sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 

Sepanjang tahun 2025, Bea Cukai Tanjung Priok telah melayani lebih dari 14.000 impor buku, dengan jumlah mencapai jutaan buku. Tingginya volume tersebut mencerminkan keberagaman sumber literatur dari berbagai negara yang masuk melalui salah satu gerbang perdagangan internasional Indonesia.

Pemerintah juga memberikan perhatian terhadap peningkatan literasi dan akses masyarakat terhadap ilmu pengetahuan. Dalam ketentuan kepabeanan, buku ilmu pengetahuan yang memenuhi persyaratan dapat memperoleh fasilitas pembebasan bea masuk. Fasilitas tersebut diberikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap akses masyarakat terhadap sumber pengetahuan.

“Kami melihat importasi buku bukan hanya sebagai bagian dari kegiatan kepabeanan, tetapi juga berkaitan dengan akses masyarakat terhadap pengetahuan. Melalui pelayanan yang sesuai dengan ketentuan, kami berupaya memberikan dukungan agar buku dan berbagai sumber literatur dari mancanegara dapat hadir dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Galih Elham Setiawan, Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok.

Kehadiran Doulos Hope menjadi salah satu contoh bagaimana buku dari berbagai negara dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat Indonesia. Kapal buku tersebut membawa lebih dari 2.000 judul buku dan dapat diakses masyarakat hingga 11 Oktober 2026 di Jakarta Utara. 

Selain membawa koleksi buku, Doulos Hope juga menjadi ruang pertemuan lintas budaya. Kapal tersebut memiliki kru yang berasal dari sekitar 35 kewarganegaraan, sehingga pengunjung tidak hanya dapat menemukan berbagai judul buku, tetapi juga berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang budaya.

Sebagai kapal buku terapung internasional, Doulos Hope berkeliling ke berbagai negara di kawasan Asia dan Pasifik dengan membawa misi berbagi pengetahuan, bantuan, dan harapan melalui buku serta interaksi antarmasyarakat.

Bagi Bea Cukai Tanjung Priok, kelancaran importasi buku merupakan bagian dari pelaksanaan tugas kepabeanan dalam mendukung arus barang sekaligus memberikan pelayanan kepada pengguna jasa sesuai ketentuan. Melalui pelayanan yang efektif dan sesuai dengan peraturan, Bea Cukai turut mendukung masuknya berbagai sumber literatur yang dapat memperluas akses masyarakat Indonesia terhadap pengetahuan dari berbagai penjuru dunia. 

Footer