JAKARTA, 13 Agustus 2026 — Bea Cukai Tanjung Priok terus memperkuat komitmennya dalam mengoptimalkan fungsi pelayanan dan edukasi publik. Melalui rangkaian kegiatan edukasi, konsultasi, dan asistensi yang ditujukan bagi instansi pemerintah, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga kalangan akademisi, Bea Cukai Tanjung Priok berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus mendukung efisiensi perdagangan internasional.
Salah satu bentuk nyata edukasi publik tersebut diwujudkan melalui penerimaan kunjungan Academic Visit mahasiswa Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN). Kegiatan ini dirancang untuk menjembatani teori akademik kepabeanan dan cukai dengan dinamika praktik di lapangan, khususnya dalam proses bisnis ekspor dan impor di wilayah pelabuhan maupun bandara.
Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Tanjung Priok, Niko Budi Dharma, menegaskan pentingnya pemahaman langsung terhadap proses bisnis di pelabuhan utama nasional.
"Kegiatan academic visit menjadi sarana efektif untuk mengenalkan pelaksanaan tugas Bea Cukai secara langsung. Interaksi ini menghubungkan materi akademik dengan realitas lapangan, mulai prosedur ekspor dan impor, pengawasan barang bawaan penumpanghingga isu-isu strategis kepabeanan," ujar Niko.
Selain sesi ruang kelas dan diskusi interaktif, mahasiswa PKN STAN juga diajak melakukan peninjauan lapangan (field trip) ke kawasan Pelabuhan Tanjung Priok untuk menyaksikan langsung proses pengawasan dan pemeriksaan fisik barang.
Perwakilan dari PKN STAN, Ahmad Firdiansyah, menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan Bea Cukai Tanjung Priok dalam menerima kunjungan para mahasiswa. Ia menekankan bahwa status Tanjung Priok sebagai salah satu pelabuhan utama di Indonesia menjadikan kunjungan ini sebagai momentum pembelajaran yang sangat berharga.
"Bea Cukai Tanjung Priok memiliki peran dan aktivitas kepabeanan yang sangat besar. Pengalaman serta ilmu yang diperoleh secara langsung di lapangan ini akan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa, terutama untuk memahami proses pemeriksaan fisik barang yang selama ini hanya dipelajari secara teori di kelas," ujar Ahmad Firdiansyah.
Sinergi Dorong Potensi Ekspor UMKM
Tak hanya kalangan akademisi, Bea Cukai Tanjung Priok juga memberikan pembekalan mendalam kepada peserta Pelatihan Manajemen Ekspor dan Impor yang digelar oleh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP) Kementerian Perdagangan. Fokus materi diarahkan pada prosedur market entry, klasifikasi barang (Harmonized System/HS Code), hingga tata cara penyampaian dokumen secara elektronik melalui sistem CEISA 4.0.
Niko Budi Dharma menekankan bahwa Bea Cukai siap menjadi mitra strategis bagi pelaku usaha, khususnya UMKM, dalam menembus pasar global. Berbagai fasilitas pendampingan seperti Klinik Ekspor dioptimalkan melalui kolaborasi dengan Bank Indonesia, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), dan sektor perbankan.
"Pelaku usaha dan masyarakat tidak perlu ragu untuk berkonsultasi. Seluruh layanan konsultasi dan asistensi kepabeanan diberikan secara terbuka dan tanpa dipungut biaya (zero cost)," tegas Niko.
Tidak hanya mengenai prosedur utama ekspor, edukasi ini juga mengupas aturan praktis sehari-hari. Mulai dari ketentuan membawa barang ke luar negeri sebagai penumpang, aturan bea keluar untuk komoditas tertentu, hingga daftar barang yang dilarang atau dibatasi pengirimannya. Pemahaman dasar ini sangat penting agar para pelaku usaha tidak menemui hambatan teknis saat barang mulai dikirim.
Melalui pendekatan yang lebih terbuka ini, Bea Cukai Tanjung Priok berupaya memberikan edukasi proses ekspor-impor yang makin transparan dan makin mudah dipahami. Rangkaian edukasi ini mempertegas komitmen Bea Cukai Tanjung Priok dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dari dua sisi strategis. Di satu sisi, kegiatan ini menyiapkan generasi penerus dari PKN STAN sebagai calon pemimpin masa depan lewat pemahaman lapangan yang kuat. Di sisi lain, Bea Cukai hadir mendorong kepatuhan hukum sekaligus membuka jalan bagi UMKM lokal untuk bersaing di kancah global.