Monday, Nov 17, 2025

Bea Cukai Tanjung Priok Perkuat Sinergi dengan Pengguna Jasa melalui CAKRAWALA dan KPU Awards 2026.

post-img

Jakarta, 8 Juli 2026Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok menyelenggarakan kegiatan CAKRAWALA (Bergerak Bersama Menuju Reformasi Tanpa Batas) yang dirangkaikan dengan KPU Awards 2026 di Aula Sinergi KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Rabu (8/7). Kegiatan tersebut menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antara Bea Cukai dan para pengguna jasa sekaligus menyosialisasikan Program Reformasi Kepabeanan dan Cukai Berkelanjutan (PRKCB) Tahun 2026.

Kegiatan dihadiri oleh perwakilan asosiasi pengguna jasa, serta para stakeholder yang menjadi nominee KPU Awards 2026. Dalam kesempatan tersebut, Kepala KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok Adhang Noegroho Adhi menyampaikan sosialisasi mengenai Program Reformasi Kepabeanan dan Cukai Berkelanjutan (PRKCB) Tahun 2026 yang mengusung lima strategi utama yaitu Simplifikasi Layanan, Efisiensi Proses Bisnis, Digitalisasi Pelaksanaan Tugas, Akuntabilitas Aparatur, dan Penegakan Aturan, atau dirangkai menjadi SEDAP. Implementasi strategi tersebut diwujudkan melalui berbagai inovasi yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat pengawasan, dan mendukung kelancaran arus logistik nasional.

"Reformasi kepabeanan bukan hanya menjadi tanggung jawab Bea Cukai, tetapi memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Melalui semangat CAKRAWALA, kami mengajak seluruh pengguna jasa untuk terus bergerak bersama membangun ekosistem kepabeanan yang semakin modern, transparan, akuntabel, dan berintegritas. Sinergi yang kuat akan menjadi fondasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menjaga penerimaan negara," ujar Adhang.

Pada kesempatan yang sama, Bea Cukai Tanjung Priok juga memaparkan capaian kinerja Semester I Tahun 2026. Hingga 30 Juni 2026, realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai telah mencapai Rp11,33 triliun atau 50,95 persen dari target penerimaan tahun 2026 sebesar Rp22,24 triliun.

Dari sisi pengawasan, Bea Cukai Tanjung Priok berhasil mengungkap sejumlah kasus strategis, di antaranya menggagalkan ekspor ilegal 3,05 ton sisik trenggiling, mengungkap penyelundupan sekitar 1 ton merkuri, menggagalkan penyelundupan 43 kontainer berisi 4.687 bale pakaian bekas ilegal dengan nilai barang diperkirakan sekitar Rp37,5 miliar, serta bersama Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) mengungkap penyelundupan 3,37 ton bunga dan pucuk cannabinoid marijuana asal Thailand melalui Pelabuhan Tanjung Priok.

Selain itu, berbagai upaya perbaikan proses bisnis turut memberikan hasil positif. Melalui percepatan penyelesaian pemeriksaan jalur merah dan koordinasi intensif dengan instansi terkait serta para pemangku kepentingan, jumlah outstanding Surat Persetujuan Jalur Merah (SPJM) berhasil ditekan dari 3.189 outstanding pada 30 Mei 2026 menjadi 590 outstanding per 7 Juli 2026, sehingga mendukung kelancaran arus logistik nasional.

Sebagai bentuk apresiasi kepada para pengguna jasa yang telah menunjukkan kepatuhan, profesionalisme, serta kontribusi dalam mendukung kelancaran pelayanan kepabeanan, Bea Cukai Tanjung Priok juga memberikan penghargaan kepada tujuh kategori terbaik dalam KPU Awards 2026, yaitu Pengusaha TPS Terbaik, PPJK AEO Terbaik, Importir Non-MITA/Non-AEO Terbaik, Perusahaan Pelayaran Terbaik, Importir MITA Kepabeanan Terbaik, Eksportir Terbaik, dan Importir AEO Terbaik.

Para penerima penghargaan tahun ini adalah PT Primanata Jasa Persada sebagai Pengusaha TPS Terbaik, PT Kintetsu World Express Indonesia sebagai PPJK AEO Terbaik, PT Berdikari sebagai Importir Non-MITA/Non-AEO Terbaik, PT Pelayaran Karana Line sebagai Perusahaan Pelayaran Terbaik, PT Tjahja Sakti Motor sebagai Importir MITA Kepabeanan Terbaik, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia sebagai Eksportir Terbaik, serta PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia sebagai Importir AEO Terbaik.

Melalui penyelenggaraan CAKRAWALA dan KPU Awards 2026, Bea Cukai Tanjung Priok berharap semangat kolaborasi yang telah terbangun bersama para pengguna jasa dapat terus diperkuat untuk mendukung reformasi kepabeanan dan cukai yang berkelanjutan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mewujudkan pelayanan kepabeanan yang semakin efektif, efisien, dan terpercaya, sekaligus mendukung terciptanya iklim logistik nasional yang semakin kompetitif.