Jakarta, 9 Juni 2026 – Bea Cukai Tanjung Priok terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelancaran arus logistik nasional melalui berbagai langkah percepatan pelayanan dan pemeriksaan kepabeanan. Berbagai upaya telah dilakukan secara intensif, mulai dari penambahan sumber daya manusia, pengaturan pola kerja pemeriksa, hingga penguatan koordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk memastikan proses pelayanan berjalan optimal. Upaya tersebut dilakukan secara intensif melalui penguatan layanan internal serta koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di lingkungan pelabuhan.
Komitmen percepatan tersebut mendapat perhatian langsung dari Direktur Jenderal Bea dan Cukai saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok pada Kamis (4/6). Dalam kunjungan tersebut, Direktur Jenderal menegaskan pentingnya percepatan penyelesaian outstanding serta perlunya identifikasi akar permasalahan yang memengaruhi kelancaran arus barang di Pelabuhan Tanjung Priok.
Menindaklanjuti arahan tersebut, pada Jumat (5/6) Bea Cukai Tanjung Priok menggelar rapat koordinasi bersama pengelola Tempat Penimbunan Sementara (TPS), KSOP, Pelindo, Karantina, dan pihak terkait lainnya. Dalam forum tersebut dibahas berbagai faktor yang memengaruhi tingginya yard occupancy ratio (YOR), dwelling time, serta keberadaan kontainer yang telah memperoleh Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB) namun belum keluar dari kawasan pelabuhan.
Pada kesempatan tersebut, Bea Cukai Tanjung Priok menyampaikan berbagai langkah percepatan yang telah dilakukan, antara lain penambahan sumber daya manusia, pembagian area kerja pemeriksa, penerapan pemeriksaan pada shift malam, serta pelayanan pemeriksaan secara penuh termasuk pada akhir pekan dan hari libur. Hasil pembahasan dan tindak lanjut rapat telah dituangkan dalam notula sebagai dasar koordinasi lanjutan bersama seluruh pihak terkait.
Komitmen pemerintah dalam mendukung kelancaran logistik juga ditunjukkan melalui kunjungan Menteri Keuangan ke Pelabuhan Tanjung Priok pada Sabtu (6/6) untuk meninjau langsung kondisi pelayanan dan upaya percepatan yang sedang dilaksanakan.
Selanjutnya, pada Selasa (9/6), Bea Cukai Tanjung Priok kembali mengundang Asosiasi Pengusaha Jasa Kepabeanan (APJP), Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), serta perwakilan perusahaan pengguna jasa untuk membahas berbagai kendala yang dihadapi dalam proses pengeluaran barang. Diskusi menghasilkan sejumlah masukan konstruktif terkait proses pre-clearance, customs clearance, hingga post-clearance, termasuk isu ketersediaan armada, proses overbrengen (OB), kuota pengeluaran kontainer, validitas data manifest, dan kendala operasional di terminal.
Melalui forum tersebut, seluruh pihak menyatakan komitmen bersama untuk mendukung percepatan pengeluaran barang, menurunkan dwelling time, dan menjaga kelancaran rantai pasok nasional. Berbagai masukan yang diperoleh akan menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut bersama guna menghasilkan solusi yang efektif, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Bea Cukai Tanjung Priok meyakini bahwa penyelesaian permasalahan logistik memerlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Oleh karena itu, koordinasi dan komunikasi akan terus diperkuat agar setiap kendala dapat diidentifikasi dan diselesaikan secara cepat, sehingga pelayanan kepabeanan semakin optimal dan kelancaran arus barang di Pelabuhan Tanjung Priok tetap terjaga.