Monday, Nov 17, 2025

Bea Cukai Tanjung Priok Dukung Penguatan Ekosistem Logistik Maritim melalui Digitalisasi

post-img

Jakarta, 1 Oktober 2026 – Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Galih Elham Setiawan, menghadiri kegiatan Adhara Early Adoption bertema “Gateway to Connect Maritime Ecosystem” yang diselenggarakan di Museum Maritim Indonesia, Jakarta, Kamis (1/10).

Kegiatan turut dihadiri Direktur Informasi Kepabeanan dan Cukai, Rachmad Solik, yang hadir mewakili Direktur Jenderal Bea dan Cukai, bersama perwakilan kementerian/lembaga, Pelindo Group, asosiasi, pelaku industri, serta berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem logistik dan kemaritiman Indonesia.

Adhara merupakan infrastruktur kolaborasi maritim yang menghubungkan para pelaku dalam ekosistem melalui interaksi digital. Kehadirannya ditujukan untuk mendukung aktivitas perdagangan maritim yang semakin terintegrasi, aman, dan efisien dengan melengkapi berbagai platform yang telah digunakan oleh masing-masing pelaku ekosistem.
Dalam kesempatan tersebut, Galih menyampaikan dukungan Bea Cukai Tanjung Priok terhadap peresmian dan penerapan Adhara sebagai bagian dari transformasi digital dalam ekosistem logistik nasional.

“Kami mendukung peresmian dan penerapan Adhara sebagai salah satu upaya memperkuat integrasi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam ekosistem logistik. Kami berharap platform ini dapat terus dikembangkan dan diimplementasikan secara optimal sehingga mampu mendukung proses logistik yang semakin efektif, efisien, dan terintegrasi,” ujar Galih.
Sebagai salah satu simpul utama kegiatan ekspor dan impor nasional, Pelabuhan Tanjung Priok melibatkan berbagai pemangku kepentingan dengan proses bisnis yang saling berkaitan. Konektivitas informasi dan sistem yang semakin baik menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran arus barang serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa.

Pengembangan Adhara menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi sistem logistik nasional melalui peningkatan konektivitas antarsistem dan antarpemangku kepentingan. Sebelumnya, Pelindo juga menyampaikan bahwa Adhara dikembangkan sebagai digital hub untuk mengintegrasikan terminal, layanan, serta para pemangku kepentingan dalam satu ekosistem logistik nasional yang terhubung.

Bagi Bea Cukai Tanjung Priok, penguatan integrasi dalam ekosistem logistik memiliki relevansi penting mengingat Pelabuhan Tanjung Priok menjadi salah satu simpul utama arus ekspor dan impor nasional. onektivitas informasi dan kolaborasi yang semakin baik antarpemangku kepentingan diharapkan dapat mendukung proses logistik yang lebih efektif, sekaligus memperkuat pelaksanaan pelayanan dan pengawasan kepabeanan.
Kehadiran Bea Cukai dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen untuk terus membangun sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan serta mendukung pemanfaatan teknologi dan integrasi sistem dalam mewujudkan ekosistem logistik nasional yang semakin efisien, transparan, dan terintegrasi.